-->

Tuesday, February 26, 2019

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan
Pertumbuhan dan Perkembangan pada hewan dibagi menjadi dua fase, yaitu fase embrionik dan fase pascaembrionik. Fase ini terdiri atas beberapa tahapan berikut.

1. Pembelahan zigot secara mitosis
Sekumpulan sel yang berbentuk seperti bola padat, disebut morula. Pembelahan morula berlanjut hingga terbentuk rongga (blastosoel) dibagian dalam. Morula yang berongga tersebut dinamakan blastula.

2. Gastrulasi (pembentukan usus)
Selama proses gastrulasi terjadi pembelahan sel-sel dan berbentuk tiga lapisan, yaitu ektoderm, mesoderm, endoderm.
Berkembang pada hewan
A. Lapisan ektoderm
Lapisan ektoderm berkembang menjadi rambut, kulit, sistem saraf, dan indra.

B. Lapisan mesoderm
Lapisan mesoderm, berkembang menjadi otot, rangka, alat reproduksi, alat peredaran darah, dan alat ekskresi.

C. Lapisan endoderm
Lapisan endoderm, Embrio akan tumbuh dan lahir menjadi hewan, kemudian anak hewan tumbuh menjadi hewan muda. Pertumbuhan akan terus berlangsung hingga menjadi hewan dewaasa. Fase inilah yang disebut dengan fase pascaembrionik.
• Metamorfosis dan Metagenesis
beberapa jenis hewan yang lain mengalami metagenesis

1. Metamorfosis
Metamorfosis adalah perubahan bentuk dari suatu fase ke fase berikutnya hingga menjadi organisme dewasa (imago). Terdapat dua tipe metamorfosis, yaitu metamorfosis sempurna dan metamorfosis tidak sempurna

A. Metamorfosis sempurna
Metamorfosis sempurna ditandai dengan adanya fase pupa atau kepompong. Tahapan dalam metamorfosis sempurna, yaitu telur - larva - pula (kepompong) - dewasa (imago). Contoh hewan yang mengalami metamorfosis sempurna, antara lain kupu-kupu, kumbang, semut, lebah,
tawon, lalat, dan nyamuk.

B. Metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola)
Pada metamorfosis tidak sempurna, tidak terjadi fase pupa atau tidak terjadi perubahan tubuh yang mencolok. Tahapan dalam metamorfosis tidak sempurna, yaitu telur - nimfa - dewasa (imago). Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna, antara lain kepik, jangkrik,  dan belalang.

2. Metagenesis (pergiliran keturunan)
Beberapa hewan Avertebrata mengalami metagenesis dalam daur hidupnya. Polip pada ubur-ubur merupakan generasi vegetatif yang berkembang biak secara aseksuak dengan cara membentuk kuncup. Medussla merupakan generasi generatif yang berkembang biak secara seksual dengan peleburan sel kelamin jantan dan betina. Pertumbuhan dan perkembangan hewan juga dipengaruhi oleh adanya faktor internal dan eskternal. Faktor internal terdiri atas gen dan hormon, sedangkan faktor eksternal terdiri atas kondisi lingkungan atau habitatnya.

Artikel Terkait

0 Komentar Pertumbuhan dan Perkembangan pada Hewan

Post a Comment

Back To Top